Tidak banyak anak muda yang cukup berani berpetualang sendiri di mancanegara. Casparina Theresia Renwarin, gadis kelahiran Papua, Ririn, pada usia 17 tahun, lulusan Sekolah Tinggi YPPK Taruna Bakti Jayapura Jayapura, memutuskan untuk belajar di President University jurusan Perbankan dan Keuangan.

Di kampus yang berada di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, dimana terdapat 1.700 perusahaan multinasional dari 30 negara, Ririn berkesempatan bepergian ke luar negeri. Pada bulan Agustus 2013 Ririn berpartisipasi dalam acara Campus Exchange ke Eropa selama 2 minggu. Di Eropa, tepatnya di tanah Kincir Angin, yaitu Belanda, gadis berusia 22 tahun ini memperdalam kemampuannya berbahasa Inggris, yang kemudian terus mengunjungi Jerman dan Belgia.

Satu tahun kemudian, dari Eropa Barat, Ririn terbang ke Eropa Timur tepatnya di Rusia mengikuti Program Global Volunteer dari AIESEC Indonesia yang bertempat di 126 negara dan befokus untuk mengembangkan kepemimpinan pemuda, dan menjalankan proyek sosial di luar negeri.

“Dari bulan Juli sampai September 2014 saya berada di kota Saint Petersburg untuk mengajar bahasa Inggris dan Matematika untuk anak-anak dari usia 7 sampai 18 tahun,” kata anak pertama dari 3 bersaudara tersebut.

Dari Eropa Timur, Ririn terbang ke Asia Barat, di New Delhi pada bulan Maret 2015. Kali ini, ia bergabung dengan Program Global Talent dari AIESEC Indonesia. Selama enam bulan, Ririn magang di sebuah perusahaan IT bernama Denave Pvt Ltd.

“India sebagai negara terbesar di dunia IT setelah Amerika Serikat, jadi saya ingin mencari pengalaman di sini, karena rencana kedepannya ingin membuka sejenis perusahaan start up yang bergerak dalam e-commerce,” kata Ririn.

“Dulu di India, saya sedikit bermasalah dengan makanan dan budaya, tapi sekarang saya sudah terbiasa dengan berbagai makanan dan budaya,” kata Ririn, yang awalnya malu untuk dekat dengan orang baru.

Meski tidak pulang ke Indonesia lebih dari 1 tahun, Ririn tak pernah melupakan keluarga. Untuk mengatasi perasaan rindu setiap hari Ririn berkomunikasi melalui telepon.

“Sejak saya pertama kali pergi ke tanah dan mengajar di President University, komunikasi saya dengan keluarga sangat lancar, saya tahu tentang AIESEC dari pameran organisasi di kampus saya,” kata Ririn yang aktif melihat dunia luar untuk mendapatkan Wide network, sehingga nanti akan lebih mudah saat mengembangkan bisnis.

Ririn yang memiliki motto “Kerja keras akan selalu memberikan hasil yang memuaskan” tetap ingin terus memperdalam pengetahuannya tentang bidang IT untuk mendukung bisnis e-commerce nya di masa depan.

“Pertumbuhan bisnis TI di India sangat luar biasa,” kata putri seorang pengacara yang berencana untuk mengambil gelar Master di Australia.

Meski masih belia dan datang dari wilayah Indonesia Timur yang masih banyak tertinggal, Ririn tidak minder, bahkan justru mendorongnya untuk melangkah lebih jauh. Mudah-mudahan akan ada Ririn Ririn lainnya dari tanah Papua yang bisa membuat Indonesia bangga.

Sumber: hipwee.com